Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Senin, 31 Desember 2012
Minggu, 30 Desember 2012
"Seorang Aku"
Aku seorang gadis yang memulai lembaran baru untuk membuka mata dari keluguan dan imajinasi yang hanya ilusi. Maka saat ini, aku akan memulai membentuk mimpi. Bukan hanya mimpi yang fana, namun mimpi yang menurutku itu dapat menjadikan aku sosok orang yang dikagumi. Itu aku. Aku hanya gadis biasa yang berharap suatu saat nanti akan dikagumi oleh semua orang dengan segala prestasi dan talenta ku. Mulai saat ini apapun caranya, aku mulai mencari bakatku satu persatu. Aku masih memegan cita-citaku. Yaitu menjadi seorang ARSITEK MUDA WANITA yang mampu membuka pandangan dunia kalau seorang wanita mampu melakukan apa yang dilakukan seorang lelaki. menjadi seorang arsitek memang harus cerdas dan berwawasan luas. Yah mungkin saat ini aku terlalu kalap atas malas ku, tapi aku YAKIN akan niat dan tujuanku!. Aku percaya peluang itu pasti akan ada. Aku yang masih hanya seorang gadishanya memulai dan membuat schedul untuk impian dan hidupku kelak. Dan lagi- lagi itu aku. Seorang yang sederhana hidupnya baik hatinya akan mendapat peluang yang baik. Aku memegang istilah itu. Sekarang, aku mulai untuk mencari beragam macam bentuk desain rumah yang seunik- uniknya. Karna salah satu impian ku, membuat rumah yang nyaman dan mewah namun tidak merugikan bumi kita yang tua ini. Apapun gambar yang aku temukan aku ambil walau aku tak tahu kelak akan berguna apa tidak. Tapi, setidaknya menurut aku, dengan caraitu aku mampu dan bisa menumbuhkan sebuah mimpiku ini. Setelah itu, aku melakukan hal yang enggak pernah aku lakukan sebelumnya. Menggambar. Hal yang paling mustahil buat aku. Namun apa boleh buat? aku seorang Arsitek. Bekerja hanya untuk menggambar dan menjadi seorang seniman yang lebih serius. Lucunya mimpiku. Banyak kendala yang membuat aku menyisihkan mimpiku. Hidup seorang remaja pati akan mengalami hal yang paling indah bukan?. Aku merasakan hal itu. Cinta. Aku dibuat jatuh oleh cinta pertamaku. Di buat malu dan hampir putus asa. Seakan mimpiku hilang dan tak kan terwujud. Ummi. seorang ibu yang selalu ada disampingku dan selalu memberi semangat mengetahui aku yang sedqang dipecundangi oleh cinta. luput atas cinta, hancur dalam kelam oleh cinta. seorang ibu itu hanya mengumam dengan tenang mengatakan "tunjukan mimpimu, maka kamu yang menaklukan dunia ini termasuk cinta".
Aku yang awalnya tak mengerti hanya mencerna kata-kata itu. Baru. Aku mulai baru kehidupanku. Dengan cara ku, air mataku, jerih ku. Aku lakukan semua untuk mimpi. Memulai menggambar lagi. Ringan, aku tak memulai menggambar desain rumah. Namun, aku lebih menggabar sosok orang, dan belajar mengekspresikan emosiku. Aku belajar untuk melihat kan kesungguhanku, emosiku, dan susahku. Melatih tangan adalah keseharianku untuk menjadi seorang arsitek. Sewaktu- waktu aku ingin menjadi seperti BJ. Habibie. seorang insinyur yang jenius nan cerdas. Pintar dalam segala bidang. Menurutku Habibie adalah salah satu orang yang menjadi inspirasiku. Dia seorang lelaki, maka aku akan membuka periode baru untuk hidupku dan duniaku mnejadi pertama kali sosok wanita yang ajan menjadi seorang yang jenius dan cerdas. Gitar. menurut aku melatih tangan tidak hanya menggambar. Selain aku belajar menggambar akujuga belajar gitar. Walau susah tapi aku memanfaatkan suaraku yang hanya aku nikmati sendiri untu menengnangkan diri jika aku terlalu absurd dan tegang. Yah, aku seorang diri yang kuat dan tegar akan menjadi seorang yang akan menaklukan dunia dengan mimpi termasuk.Cintaku.
**Kalo udah bisa gambar mau aku ganti gambarnya :))**
Aku yang awalnya tak mengerti hanya mencerna kata-kata itu. Baru. Aku mulai baru kehidupanku. Dengan cara ku, air mataku, jerih ku. Aku lakukan semua untuk mimpi. Memulai menggambar lagi. Ringan, aku tak memulai menggambar desain rumah. Namun, aku lebih menggabar sosok orang, dan belajar mengekspresikan emosiku. Aku belajar untuk melihat kan kesungguhanku, emosiku, dan susahku. Melatih tangan adalah keseharianku untuk menjadi seorang arsitek. Sewaktu- waktu aku ingin menjadi seperti BJ. Habibie. seorang insinyur yang jenius nan cerdas. Pintar dalam segala bidang. Menurutku Habibie adalah salah satu orang yang menjadi inspirasiku. Dia seorang lelaki, maka aku akan membuka periode baru untuk hidupku dan duniaku mnejadi pertama kali sosok wanita yang ajan menjadi seorang yang jenius dan cerdas. Gitar. menurut aku melatih tangan tidak hanya menggambar. Selain aku belajar menggambar akujuga belajar gitar. Walau susah tapi aku memanfaatkan suaraku yang hanya aku nikmati sendiri untu menengnangkan diri jika aku terlalu absurd dan tegang. Yah, aku seorang diri yang kuat dan tegar akan menjadi seorang yang akan menaklukan dunia dengan mimpi termasuk.
**Kalo udah bisa gambar mau aku ganti gambarnya :))**
Habibie & Ainun
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.
Jumat, 28 Desember 2012
Suatu Saat Nanti
Aku tidak tahu berapa lama lagi Aku harus memasang dengan Kamu.
Aku sudah bersembunyi segala sesuatu dalam hatiku.
Setiap kali kita bertemu satu sama lain, Setiap kali kita saling berhadapan.
Meskipun aku tidak peduli. Apakah kamu tahu berapa banyak yang telah aku harus memaksakan diri?
Tak bisakah kau mendengar hatiku memanggil untuk kamu, mencintai kamu.
Tapi aku tidak bisa melepaskan hatiku keluar bagi siapapun untuk mengetahui.
Tak bisakah kau mendengar hatiku yang menunggu di sana untuk Kamu.
Menunggu kamu untuk merasakannya. Aku berharap bahwa Kamu akan menyadari suatu hari nanti.
Meskipun aku mencintaimu, meskipun aku merasa cinta Kamu. Tapi jauh di dalam hati, saya tidak bisa berani untuk memberitahu Kamu.
Senin, 17 Desember 2012
Semua berubah sebagaimana mestinya. berubah saat semua telah mengetahui kekelama yang sudah membanjiri keadaan yang ada diantara kita. Aku tahu, kamu tau, dia tahu, dan dirinya tau. saling memaklumi perasaan yang muncul. menurutku, semua ini gak wajar bila harus terjadi.. maka dari itu, aku menyebut ini pengalaman tolol dan bodoh!. aku semua yang merasakan seakan ingin muakk atas perasaan yang muncul, aku mengutuk diriku sendiri, seolah semua yang terjadi ini hanya ilusi. jujur saja aku masih menyukai.. tapi aku sengaja mengubur dan menindas hal yang paling memalukan. dan pada akhirnya, aku kamu, dia, da dirinya pun juga sepadan...
Jumat, 30 November 2012
Antara Aku, Kamu, Dia dan Dirinya
Aku tau ini sulit untukku, dan untukmu. Begitu pula aku. Aku yang entah dari mana membuat keputusan agar aku menyukaimu, itu tidak mudah. Sebenarnya, sudah lama aku memendam semua ini. Cukup lama. Dan aku merasakan sosok perhatian dan sikap yang menurutku itu menunjukan ilusi yang indah. Kusingkirkan kuat-kuat ke egoisan dan perasaan yang muncul tiba-tiba saat kamu meletakan tangan mu diatas kepalaku. Itu semua konyol!
Berkali- kali aku mersakan hal yang seperti itu. Tapi, pengecutnya aku, pada diriku sendiri saja aku takut untuk menyimpulkan bahwa "aku telah menyukaimu" apalagi aku untu mengatakan hal itu?. Segala alibi yang kukeluarkan itu berhasil aku lakukan. Dengan amannya aku menyembunnyikan perasaan senang dan senyuman saat kau lakukan itu berkali-kali
Sampai pada akhirnya Dia mengakui bahwa Dia juga menyukaimu. DEG!!!. Seakan dunia ini berhenti sejenak, aku mencerna kata- kata yang barusan Dia ucapkan. Aku bisa merasakan sebuah hantaman keras menerobos dadaku, entah perasaan apa yang aku rasakan, aku merasa sulit bernafas. Semakin aku menahannya semakin terasa sesak. Aku berteriak pada diriku sendiri, sekuat kuat nya aku bertriak dalam hati, persaan berkecamuk seakan aku salah telah menumbuhkan perasaan itu. Dia teman karibku, aku enggak tega melihatnya jika mengetahui aku juga merasakan hal yang Dia rasakan. Aku menyalahkan diriku. Aku jahat. Pikiran dan suasana yang tidak mendukung membuatku tanpa aku sadari bersikap bodoh untuk menghindarimu. Semua ungkapan pada diriku seakan memaksa untuk minta dikeluarkan. Fine, setelah aku berfikir cukup lama untuk menceritakan semua ini, akhirnya aku bercerita pada Dirinya. Setelah kurasa puas untuk menceritakan semuanya aku merasa perasaan ku kembali pada Dirinya. Tak lama waktu berlangsung, sebuah perkataan yang sama meluncur secara lalu hingga aku hampir tak mendengarnya, namun aku mengerti maksudnya. Aku terdiam. Membiarkan hantaman menusuk lebih dalam lagi. Sungguh aku telah melakukan hal yang paling bodoh dalam hidupku!. Dua teman karib ku juga merasakan hal yang SAMA!!!. Tuhan, pada saat itu juga aku mersakan raut wajahku sudah mulai berubah lagi. Sejak hari itu juga aku mulai kehilangan senyumku. Semalaman aku mencoba berfikir jernih "Ini enggak wajar" kata-kata itu selalu menghantui aku pada malam itu. "Mereka semua temanku! Aku enggak boleh egois, dan aku harus menghilangkan rasa ini! Tapi Tuhan.. Aku cemburu". Jujur saja aku memutar otak untuk melanjutkan rasa ini atau tidak. Lirih aku berucap. Seakan ada sebuah karung yang berat menimpa kepalaku. Jujur. Diposisi ini pun aku masih lemah!. Lemah. Aku memang lemah, dan aku tak mampu mersakan ini. Malam itu aku selalu menyalahkan diriku, Dia dan Dirinya. Semua ini berawal dari KAMU! KAMU! KAMU!.Hening aku berucap seakan malam itu menghukum diriku.
Berkali- kali aku mersakan hal yang seperti itu. Tapi, pengecutnya aku, pada diriku sendiri saja aku takut untuk menyimpulkan bahwa "aku telah menyukaimu" apalagi aku untu mengatakan hal itu?. Segala alibi yang kukeluarkan itu berhasil aku lakukan. Dengan amannya aku menyembunnyikan perasaan senang dan senyuman saat kau lakukan itu berkali-kali
Sampai pada akhirnya Dia mengakui bahwa Dia juga menyukaimu. DEG!!!. Seakan dunia ini berhenti sejenak, aku mencerna kata- kata yang barusan Dia ucapkan. Aku bisa merasakan sebuah hantaman keras menerobos dadaku, entah perasaan apa yang aku rasakan, aku merasa sulit bernafas. Semakin aku menahannya semakin terasa sesak. Aku berteriak pada diriku sendiri, sekuat kuat nya aku bertriak dalam hati, persaan berkecamuk seakan aku salah telah menumbuhkan perasaan itu. Dia teman karibku, aku enggak tega melihatnya jika mengetahui aku juga merasakan hal yang Dia rasakan. Aku menyalahkan diriku. Aku jahat. Pikiran dan suasana yang tidak mendukung membuatku tanpa aku sadari bersikap bodoh untuk menghindarimu. Semua ungkapan pada diriku seakan memaksa untuk minta dikeluarkan. Fine, setelah aku berfikir cukup lama untuk menceritakan semua ini, akhirnya aku bercerita pada Dirinya. Setelah kurasa puas untuk menceritakan semuanya aku merasa perasaan ku kembali pada Dirinya. Tak lama waktu berlangsung, sebuah perkataan yang sama meluncur secara lalu hingga aku hampir tak mendengarnya, namun aku mengerti maksudnya. Aku terdiam. Membiarkan hantaman menusuk lebih dalam lagi. Sungguh aku telah melakukan hal yang paling bodoh dalam hidupku!. Dua teman karib ku juga merasakan hal yang SAMA!!!. Tuhan, pada saat itu juga aku mersakan raut wajahku sudah mulai berubah lagi. Sejak hari itu juga aku mulai kehilangan senyumku. Semalaman aku mencoba berfikir jernih "Ini enggak wajar" kata-kata itu selalu menghantui aku pada malam itu. "Mereka semua temanku! Aku enggak boleh egois, dan aku harus menghilangkan rasa ini! Tapi Tuhan.. Aku cemburu". Jujur saja aku memutar otak untuk melanjutkan rasa ini atau tidak. Lirih aku berucap. Seakan ada sebuah karung yang berat menimpa kepalaku. Jujur. Diposisi ini pun aku masih lemah!. Lemah. Aku memang lemah, dan aku tak mampu mersakan ini. Malam itu aku selalu menyalahkan diriku, Dia dan Dirinya. Semua ini berawal dari KAMU! KAMU! KAMU!.Hening aku berucap seakan malam itu menghukum diriku.
Kamis, 29 November 2012
rasa yang kunjung tak terucap
Aku akan menjadi buih..
Seperti putri duyung di dongeng itu. kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebuat aku pesimis, tapi sudah terlalu lama akumenunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu, aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.
Aku kalah, bahkan jauh sebelum aku mulai angkat senjata. Kau ada di hidupku, tapi BUKAN untuk ku miliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?
Jika suatu hari nanti kau menyadari perasaan ku ini, kumohon jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ke tujuh. Aku hanya akan membiarkan buih-uih kesedihanku menayru bersama debur ombak laut itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku..
"membiarkanmu bahagia tanpa diriku...."
Seperti putri duyung di dongeng itu. kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebuat aku pesimis, tapi sudah terlalu lama akumenunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu, aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.
Aku kalah, bahkan jauh sebelum aku mulai angkat senjata. Kau ada di hidupku, tapi BUKAN untuk ku miliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?
Jika suatu hari nanti kau menyadari perasaan ku ini, kumohon jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ke tujuh. Aku hanya akan membiarkan buih-uih kesedihanku menayru bersama debur ombak laut itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku..
"membiarkanmu bahagia tanpa diriku...."
Langganan:
Komentar (Atom)




