Jumat, 30 November 2012

Antara Aku, Kamu, Dia dan Dirinya

Aku tau ini sulit untukku, dan untukmu. Begitu pula aku. Aku yang entah dari mana membuat keputusan agar aku menyukaimu, itu tidak mudah. Sebenarnya, sudah lama aku memendam semua ini. Cukup lama. Dan aku merasakan sosok perhatian dan sikap yang menurutku itu menunjukan ilusi yang indah. Kusingkirkan kuat-kuat ke egoisan dan perasaan yang muncul tiba-tiba saat kamu meletakan tangan mu diatas kepalaku. Itu semua konyol! 
Berkali- kali aku mersakan hal yang seperti itu. Tapi, pengecutnya aku, pada diriku sendiri saja aku takut untuk menyimpulkan bahwa "aku telah menyukaimu" apalagi aku untu mengatakan hal itu?. Segala alibi yang kukeluarkan itu berhasil aku lakukan. Dengan amannya aku menyembunnyikan perasaan senang dan senyuman saat kau lakukan itu berkali-kali
Sampai pada akhirnya Dia mengakui bahwa Dia juga menyukaimu. DEG!!!. Seakan dunia ini berhenti sejenak, aku mencerna kata- kata yang barusan Dia ucapkan. Aku bisa merasakan sebuah hantaman keras menerobos dadaku, entah perasaan apa yang aku rasakan, aku merasa sulit bernafas. Semakin aku menahannya semakin terasa sesak. Aku berteriak pada diriku sendiri, sekuat kuat nya aku bertriak dalam hati, persaan berkecamuk seakan aku salah telah menumbuhkan perasaan itu. Dia teman karibku, aku enggak tega melihatnya jika mengetahui aku juga merasakan hal yang Dia rasakan. Aku menyalahkan diriku. Aku jahat. Pikiran dan suasana yang tidak mendukung membuatku tanpa aku sadari bersikap bodoh untuk menghindarimu. Semua ungkapan pada diriku seakan memaksa untuk minta dikeluarkan. Fine, setelah aku berfikir cukup lama untuk menceritakan semua ini, akhirnya aku bercerita pada Dirinya. Setelah kurasa puas untuk menceritakan semuanya aku merasa perasaan ku kembali pada Dirinya. Tak lama waktu berlangsung, sebuah perkataan yang sama meluncur secara lalu hingga aku hampir tak mendengarnya, namun aku mengerti maksudnya. Aku terdiam. Membiarkan hantaman menusuk lebih dalam lagi. Sungguh aku telah melakukan hal yang paling bodoh dalam hidupku!. Dua teman karib ku juga merasakan hal yang SAMA!!!. Tuhan, pada saat itu juga aku mersakan raut wajahku sudah mulai berubah lagi. Sejak hari itu juga aku mulai kehilangan senyumku. Semalaman aku mencoba berfikir jernih "Ini enggak wajar" kata-kata itu selalu menghantui aku pada malam itu. "Mereka semua temanku! Aku enggak boleh egois, dan aku harus menghilangkan rasa ini! Tapi Tuhan.. Aku cemburu". Jujur saja aku memutar otak untuk melanjutkan rasa ini atau tidak. Lirih aku berucap. Seakan ada sebuah karung yang berat menimpa kepalaku. Jujur. Diposisi ini pun aku masih lemah!. Lemah. Aku memang lemah, dan aku tak mampu mersakan ini. Malam itu aku selalu menyalahkan diriku, Dia dan Dirinya. Semua ini berawal dari KAMU! KAMU! KAMU!.Hening aku berucap seakan malam itu menghukum diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar