Essai sebuah cerita pendek
Cerita pedek karya Manrisdayanti
yang berjudul “First Love Rena” dari judul saya sebagai pembaca mengira bahwa
cerita tersebut sudah sangat cocok dengan jalan ceritanya. Namun, alangkah
baiknya kalau judul sebuah cerita pendek tersebut lebih dibuat menarik. Agar pembaca
lebih penasaran dengan isi cerita pendek tersebut.
Didalam cerita tersebut watak tokoh utama yaitu Rena dan tokoh kedua
yaitu Reza sudah bisa digambarkan. Namun, tokoh ketiga yaitu Fathan sebaiknya
juga harus diperjelas. Agar pembaca lebih bias membayangkan bagaiman karakter
seorang Fathan. Mungkin bias dari sebuah dialog yang menggambarkan watak setiap
tokoh yang ada pada cerita pendek tersebut.
Ada kejadian yang menurut saya
sebagai pembaca kurang jelas, seperti pada kalimat “Rena terkejut bukan main ,
Rena mengira yang datang adalah Reza tapi, Fathan.” Seharusnya kedatangan Fathan tidak bagus kalau
dimunculkan secara tiba-tiba. Seharusnya pula, sebelumnya Fathan harus lebih
dulu diceritakan sebelum kemunculanya.
“”Lo juga bikin gue marah dan
jealous,” Ucap Reza dengan seriusnya.” Dalam dialog tersebut menjelaskan bahwa
Reza marah bila Rena dekat dengan Fathan. Padahal selama ini Reza hanya diam
ketika berhadapan dengan Rena. Namun pada dialog “”Gue suka sama lo sejak dulu,
mungkin lo nggak ada perasaan sama kayak gue. Lo bikin gue ngga bias tidur tiap
malam dan bikin salah tingkah kalau ada didekat lo,” ucap Reza panjang lebar.” Membuktikan bahwa Reza susah menyukai Rena lebih
dulu dari Fathan namun Reza hanya diam didepan Rena. Bukanya sebaiknya cinta
harus dikatakan baru akan tahu kebenaranya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar